Diawal abad 20, tepatnya pasca perang dunia ke 2. Amerika
Serikat tumbuh menjadi negara adikuasa, kekuatan militer yang tangguh dengan
persenjataan yang unggul akan kualitas dan kuantitas menjadikan Amerika Serikat
menjadi negara yang disegani pada saat itu. Perlu diketahui terlebih dahulu
bagaimana segannya negara-negara lain akan Amerika,secara kuantitas penerimaan
devisa negara Amerika Serikat terbesar berasal dari kegiatan ekspor disektor persenjataan
yang kemudian disusul oleh sektor perfilman , kemudian secara kualitas Pentagon yang
merupakan departemen pertahanan Amerika menjadi institusi pemegang hak cipta
terbanyak di dunia dimana sebagian besar penemuannya di bidang persenjataan. Dan
salah satu karyanya yang dapat kita rasakan saat ini yaitu Internet.
Berawal dari penembakan dua kapal pesiar Amerika di tembaki oleh kapal-kapal patroli Vietnam Utara di Teluk Tonkin pada tanggal 2 Agustus 1964, menyulut kegeraman Presiden Kennedy untuk menyerang Vietnam. Sekitar 2,7 Juta pasukan dikirim ke Vietnam untuk menguasai daerah tersebut. akan tetapi dengan pasukan yang banyak dan kuat serta disukung oleh kekutan persenjataan yang unggul, pada akhir kisah ditaklukkan oleh pasukan gerilyawan Vietcong.
Kemudian menjadi pertanyaan besar. Bagaimana bisa
sebuah negara baru di Asia bagian tenggara sana mbisa mengalahkan
Amerika yang memiliki kekuatan militer yang tangguh? Kira-kira apa yah? Untuk menjawabnya
mari kita bantu pak Tarno untuk menemukan jawab tersebut. Sim-Salabim
jadi apa prok-prok......!!!!!
“Gara-Gara Indonesia” buku karya
Agung Pribadi menjawab bahwasanya, Dengan membaca sebuah buku karangan Jendral
A.H. Nasution yang berjudul “Pokok-Pokok Perang Gerilya” . pemimpin gerilyawan
Vietcong menganalisa problematika kondisi alam dan masyarakat Vietnam
yang memiliki kesamaan dengan Indonesia kemudian diterwanglah sebuah peluang
dengan menetapkan strategi yang tepat berdasarkan buku karya Jendral Besar
Bintang Lima itu, dan terbukti ampuh mengusir penjajah dari tanah Vietnam.
Sebuah kisah inspiratif sarat
makna bagi kita anak muda modern saat ini. dari kisah tersebut kita mengajarkan
kita artinya kenyamanan kesempurnaan cinta maksud penulis mengajarkan kita akan urgensi dari
membaca buku.
Seringkali kita dengarkan sehingga
tidak asing lagi bagi kita dengan kalimat “Buku adalah Jendela Dunia” , yapss
kalimat itu bukan hanya sebuah kalimat pajangan yang hanya mewarnai cat putih
tembok sekolah. Akan tetapi sebuah kalimat yang dapat dibuktikan dengan kisah
heroik pasukan gerilyawan Vietcong. “ membacalah maka dunia akan membacanmu”
dengan membaca karangan A.H. Nasution, para gerilyawan Vietcong dibaca pleh
masyarakat dunia sebagai pahlawan kemerdekaan Vietnam..
Demikianlah, faedah membaca yang
dapat diketahui. Sehingga dengan hikmah yang tersarikan mengajak anda-anda dan
saya untuk membiasakan atau membudayakan membaca buku untuk dapat
mengidentifikasi problem serta menemukan sebuah peluang.Berbicara mengenai budaya membaca
buku di Indonesia sungguh memiriskan. Menurut data yang dikeluarkan oleh UNESCO
presentase minat baca Indonesia sebesar 0.001% ini artinya dari 1000 orang
hanya 1 orang yang memiliki minat baca. Budaya membaca buku warga Indonesia
lebih rendah dibanding dengan wilayah Asia atau Eropa terutama Amerika.
Perbandingannya jika di Amerika Serikat satu penduduk bisa sampai 20 hingga 30
judul buku yang dibaca. Di Jepang antara 10 hingga 15 buku yang dibaca, di Asia
1 hingga 3 buku. Sementara di Indonesia 0 sampai 1 buku setiap tahunnya yang
dibaca. (Source : https://kitabisa.com/angkringanpustaka?ref=a189&utm_source=direct&utm_medium=usershare&utm_campaign=userreff
)
Dilain sisi menuju Indonesia Emas
2045 seperti yang banyak dislogankan saat ini, Indonesia memiliki
permasalahan-permasalahan yang sangat kompleks yang harus dapat kita temukan
solusinya. Permasalah dibeberapa aspek
seperti pendidikan, ekonomi, sosial, politik dan energi menjadi buntelan kotor yang harus segera dibersihkan
serta dirapikan hingga Indonesia 2045 yang humanis dan yang idealkan dapat tercapai.
Secara mutlak, disyaratkanlah untuk menjawab permasalahan dimultiaspek tersebut
adalah dengan munculnya sekelompok anak bangsa yang berpikiran bebas, berbudi tinggi dan
berpengatahuan luas. Yang kesemuanya itu didasari oleh Budaya Membaca.
Semoga dengan tulisan ini yang
agak berantakan ini bisa memunculkan budaya membaca bagi kita semua. Sehingga dengan
iu permasalahan yang hadapi bangsa ini dapat didapatkan solusinya. BUKU TEBAL
AJA ABANG BISA PAHAMI, APALAGI MEMAHAMI HATI ADEK. (EAAAAAKKKK)kalimat penutup kita yang penulis ambil disply picture di timelime BBM.
eaa adek :3
BalasHapusSaya kira sudah jelas,ketika ingin melihat bangsa ini maju,maka ajak lha para pemuda agar membaca.
BalasHapussenada seirama pak
BalasHapuseaaakkk
BalasHapus