Dewasa ini,
masyarakat dunia menganggap bahwa Islam
merupakan kelas kedua dari setelah barat. Hal ini disebabkan karena Barat
dengan moderinitasnya sangat maju akan teknologi dan sainsnya dibandingkan
dengan Islam yang kemudian dianggap sebagai kaum yang anti dengan inovasi dan
hanya menimati kreativitas-kreativitas dari Barat.
Anggapan seperti
ini tidak hanya bagi orang-orang Barat saja tetapi sebagian dari umat muslim
pun mengakui bahwa selama ini Islam adalah kelas kedua atau kelas terbawah dari
golongan barat. Sebagian dari kita beranggap hal ini bisa diterima karena
didalam bangku sekolahan kita hanya selalu mendengar beberapa ilmuwan-ilmuwan
Sains mayoritas berasal dari bangsa barat. Sebut saja seperti Albert Einstein
yang terkenal dengan manusia cerdas perumus teori relavitas, Nicolaus
Copernicus seorang yang memperkenal teori bahwa bumi ini bulat bukan datar
seperti banyak yang pahami masyarakat dunia pada saat itu, Sir Isaac Newton
yang didalam mata pelajaran Fisika dikenal sebagai penemu gaya gravitasi.dll.
Adapun para
Ilmuwan muslim sangat jarang kita ketahui, sehingga masyaralat dunia memiliki
stereotip terhadap Islam sebagai kaum yang miskin akan inovasi dan hanya
penikmat sejati atas inovasi dan
kreativitas bangsa barat selama ini. Dalam artian bahwa sejak lahirnya
islam pada masa Rasulullah SAW hingga saat ini tidak pernah mewariskan
peninggalan terhadap sains dan teknologi. Kecuali hanya ajaran-ajaran agama
yang bersifat kerohanian.
Tetapi jika kita
kembali mengkaji sejarah atas apa yang disangkakan kaum barat kepada umat
Islam. Maka anggapan tersebut hanyalah kebohongan yang diatur secara sistematis
untuk menghilangkan jejak Islam atas perkembangan sains dan teknologi dimuka
bumi ini.
Sejarah secara
objektif mengungkap bahwa Pradaban Barat tidak akan maju seperti saat ini tanpa
campur tangan muslim. Oleh karena itu, melihat fenomena ini penulis melalui
artikel ini akan membagi pengetahuan tentang rekayasa sejarah peradaban sains
Islam yang diselewengkan oleh Barat
Kebangkitan dan Kejayaan Islam
Bermula
munculnya dominasi kekuatan agama menguasai
Eropa membawa dimensi kehidupan baru menuju masa kegelapan di Barat,
tepatnya pada 4 September 476 saat dijatuhkannya Romolus Agustus oleh Odoacer
sebagai kaisar Romawi Barat. Kegelapan yang terjadi di Eropa atau yang dikenal
sebagai Dark Ages (abad kegelapan) mempengaruhi kemunduran segala aspek
kehidupan di Eropa, hal ini disebabkan oleh ketatnya pengawasan pendeta-pendeta
gereja atas pemikiran masyarakat. Akibatnya selama 6 Abad lamanya para Ilmuwan
yang dimiliki Bangsa Barat sama sekali tidak menghasilkan karya.
Disaat Eropa
berada pada abad kegelapan, tidak lama berselang dunia Islam justru mengalami
masa kejayaan yang ditandai dengan munculnya beberapa Ilmuwan muslim saat itu.
Sebut saja Al-Kindi yang mencetuskan teori relavitas, Jabar ibn Hayyan seorang
ilmuwan kimia yang pertama kali mengenalkan tentang Bioetanol yang saat ini
dibeberapa negara dibelahan dunia digunakan sebagai campuran penghemat bahan
bakan minyak untuk kendaraan, Al-Khawarizmi ilmuwan matematika yang memberikan solusi
sistematik dari linear dan notasi kuadrat yang dimuat dalam kitab al-mukhtaṣar
fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala atau yang dikenal Kitab yang Merangkum
Perhitungan Pelengkapan dan Penyeimbangan, dan juga tak kalah hebatnya yaitu
Ibnu Sina yang dikenal Avicenna dibarat karena kontribusinya dalam dunia
kedokteran hingga diberi julukan sebagai Bapak pengobatan modern.
Didalam buku “Menguak Fakta Sejarah Penemuan Sains dan
Teknologi Islam yang diklaim Barat” karya Abdul Waid disebutkan beberapa
faktor kemajuan Islam yang menghasilkan Ilmuwan hebat diantaranya; Pertama,Penggalian
Ilmuwan Muslim terhadap Al-Qur’an, Pada 650-1000 M saat kebangkitan Islam
Ilmuwan muslim banyak menggali Al-Quran sebagai petunjuk dalam bidang sains.
Kedua, Pemerintahan yang moderat, yaitu adanya kebebasan dan keadilan sebagai
faktor stabilitas pemerintahan yang kuat
atau didalam pengangkatan perangkat kerja tidak memandang unsur kesamaan
golongan,serta kepentingan akan tetapi menganut prinsip “The right man for the right place” Sehingga ilmuwan memiliki
kebebasan dalam berkarya,berekspresi serta bereksperimen. Ketiga,Kejayaan
ekonomi, munculnya ilmuwan hebat tidak terlepas dari peranan pemimpin dalam
menjadikan kekuatan stabilitas ekonomi dalam memajukan ilmu pengetahuan dan
pembangunan. Keempat, Budaya Menerjemah dikalangan Ilmuwan muslim, disini
secara tersirat tentang esensi penguasaan bahasa dalam upaya menguasai ilmu
pengetahuan. Dan yang Kelima, adalah maraknya pembangunan perpustakaan.
Tetapi kejayaan
intelektual yang Islam miliki seiring waktu juga seakan memudar setelah
dibeberapa tempat seperti Baghdad,Mesir,Mongol dan Andalusia mengalami kemunduran dimana dari keempat
tempat tersebut adalah pusat keilmuwan saat kejayaan Islam dan juga tempat para
ilmuwan hebat melakukan berbagai eksperimentasi.
Proses Klaim Barat
Disaat Islam
mengalami kemunduran, Barat dengan pengalaman dan keilmuwan yang didapat dari interaksinya disaat muslim jaya mulai
melancarkan aksinya dalam pengklaiman hak-hak intelektual muslim dengan
berbagai cara salah satunya adalah dengan menduplikasi keilmuwan muslim tanpa
mencantumkan asal pemikiran tetapi mengganti dengan nama-nama Ilmuwan eropa
yang hanya sebagai penciplak atas pemikiran-pemikiran ilmuwan muslim. Seperti
yang dilakukan oleh Robert Bacon seorang pendeta yang lama belajar di salah
satu Universitas Islam di Andalusia mendalami bahasa Arab sebagai bahasa
keilmuwan saat itu sehingga dengan menguasai Bacon dapat menguasai keilmuwan
lainnya. Salah satu yang dikenal dari Robert Bacon adalah sebagai pencetus
teori mikroskop, julukan tersebut diberikan setelah Bacon menerjemahkan kitab Al-Manadzir karangan Ali al-Hasan Ibnu
Haitsam , didalam karagan itu Bacon mencatatkan dirinya sebagai pioner teori
mikroskop dan menghapuskan Ali al-Hasan Ibnu Haitsam sebagai pencetusnya. Lain
lagi yang dilakukan oleh Simon Stevin yang memanfaatkan interaksinya dengan
Islam saat terjadi perang salib untuk mengklaim dirinya sebagai ilmuwan pertama
yang yang menggunakan dan menggunakan sistem desimal, padahal jauh sebelum
klaim Simon atas karya palsunya Ilmuwan muslim Al-Kashi telah terlebih dahulu
mencetuskan aplikasi sitematis sistem
desimal.
Karya Fenomenal yang diklaim Barat
Salah satu karya
ilmuwan muslim yang diklaim dan sampai saat ini masyarakat dunia bahkan
generasi muslim belum mengetahui kebenarannya dalah tentang teori gaya
gravitasi bumi. Di bangku sekolahan ketika kita belajar tentang gaya gravitasi
maka yang dikenal sebagai ilmuwannya adalah Isaac Newton . dengan buku
karangannya Philisophie Naturalus
Principa Mathematica telah menyakinkan masyarakat dunia bahwa Newton penemu
gaya gravitasi bumi, sehingga karangan Newton tersebut diklaim sebagai buku
fisika yang paling berpengaruh yang kemudian mengokohkan citra Barat sebagai
bangsa yang produktif dalam sumbangsi ilmu pengetahuan.
Konsep gravitasi
bumi yang diungkapkan oleh Newton bermula dari pengamatannya terhadap buah apel
yang jatuh ketanah dan pengamatan terhadap gunung, didalam dugaannya Newton
berpikir bahwa gravitasi terdapat dipucuk pohon apel dan gunung sehingga ia
mengambil kesimpulan bahwa gerak jatuh benda dan gerakan planet hanya
dipengaruhi oleh satu faktor saja. Atas dasar teori ini kemudian ia
mempublikasikan pengamatannya dan hasilmay oleh para pengamat dianggap tidak
rasional.
Dilain sisi 500
tahun tahun sebelum Newton mempublikasikan penemuannya, Al-Biruni ilmuwan
muslim telah merumuskan teori gravitasi bumi sekaligus memperkenalkan beat
jenis dalam perhitungan untuk menghasilkan hitungan yang akurat,Sehingga konsep
ini yang sangat relevan dengan keyakinan para Ilmuwan bahwa seluruh benda
ditarik oleh gaya Gravitasi.
Tetapi kitab Mizanul Hikmah karya Ilmuwan Muslim
Al-Biruni yang berisi pandangan tentang gravitasi lenyap entah kemana yang
kemungkinan sengaja dilakukan Barat unuk menghilangkan fakta sejarah dan
memperkokoh citra Isaac Newton sebagai penemu teori gravitasi bumi menggantikan
nama Al-Biruni sebagai penemunya
.
Hikmah
Dari beberapa
pemaparan diatas, mulai saat ini kita seharusnya bertekad unuk menjadi duta
Islam yang menyampaikan kebenaran atas anggapan masyarat luas terkait posisi
Islam sebagai kelas kedua dari barat. Dan tak kalah pentingnya adalah tugas
generasi muslim saat ini untuk memecahkan keheningan akan karya-karya Sains dan
Teknologi serta kembali menjadikan Islam sebagai kiblat ilmu pengetahuan
sebagaimana yang telah dicapai para ilmuwan terdahulu, tentunya untuk mencapai
mimpi tersebut kita harus menyatukan langkah untuk mengajak semua elemen umat
muslim baik yang itu mereka yang saat ini memegang kekuasaan di pemerintahan
untuk mengedepankan prinsip moderat serta membangun fasilitas perpustakaan,
juga para ulama untuk memberikan bimbingannya dalam mengkaji Al-Quran dan kita
sebagai pelajar harus memiliki semangat yang top untuk menjadi penggerak
kemajuan Islam dan menjadikan islam
rahmatan lil-alamin.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar