Jumat, 25 November 2016

Belajar Hidup Toleransi Dari Gus Dur dan Cak Nur


Saya yakin, bahwasanya secara teoritis didalam berkehidupan berkebangsaan telah mengetahui semboyan Bhineka Tunggal Ika sebagai perekat atas perbedaan yang ada dan hadir disekitaran kita. Perbedaan yang ada baik itu perbedaan budaya,bahasa,dialek,warna kulit,wajah,dan agama adalah sebuah realita yang menjadi satu identitas dari sebuah negara yang bernama Indonesia.

Munculnya perbedaan-perbedaan tersebut tak terlepas dari letak geografis Indonesia yang berada pada jalur lintasan antara benua, bagaimana para pedagang dari Mediterania melakukan perjalanan ke Cina melalui Indonesia juga pun demikian sebaliknya sehingga terjadinya proses dialektika hubungan internasional. Selain itu sejak zaman abad 2 masehi daerah nusantara telah dikenal dengan Ptolemy yang berarti pulau emas sebagaimana tertulis pada kitab Algamest karangan penulis Yunani, yang menjadi daya tarik para pengusaha atau pedagang menuju ke Nusantara. Atas dasar itu kemudian beberapa diantara mereka melakukan pernikahan dengan orang Nusantara pda saat itu, sehingga saat in wajar jika masyarakat kita plural satu sama lain tidak sama atau berbeda karena secara historis Indonesia dulunya disinggahi oleh beberapa orang dari beragam bangsa yang ada dunia.

Bhineka Tunggal Ika, menjadi sebuah semboyan yang memiliki makna filosofis mendalam dan dapat menyatukan antara satu sama lain, antara si China dan si Arab, si Jawa dan Batak, Melayu dan Bugis juga Papua, serta aku dan kamu. Semboyan itu pula menginginkan agar bagaimana perbedaan tersebut dapat berjalan harmonis dan dipayungi atas dasar nasionalisme.Olehnya itu  keberagaman tersebut harus dijaga dengan baik jangan sampai kita membiarkan itu terpecah belah. Karena ini merupakan kekayaan bangsa Indonesia .

Dengan jumlah penduduk sebanyak 253,60 juta jiwa, Kita menjadi negara ke 4 berpenduduk terbanyak setelah China, India, dan Amerika Serikat. Dan dari jumlah penduduk yang besar itu Agama Islam menjadi agama yang paling banyak dianut oleh penduduk Indonesia diharapkan dapat memberikan kedamaian dan ketentraman yang didasari oleh rasa cinta kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia atau yang dikenal guna mensyiarkan Islam Rahmatan Lil-Alamin.


Akan tetapi akhir-akhir ini, menurut penulis kehidupan bernegara kita seakan mulai renggang dan menjauh dari sikap toleransi satu sama lain, hal itu terjadi karena ada beberapa oknum-oknum yang belum secara kaffah  meresapi makna Bhineka Tunggal Ika  didalam kehidupan bernegara yang begitu plural ini sehuingga didalam kehidupan bermasyarakat ia cenderung kaku dan pasif.

Akhir-akhir ini bisa kita lihat dengan beberapa kasus pembakaran rumah ibadah, pengusiran penduduk dari kampung halaman karena berbeda  faham keagamaan, menghentian proses ibadah juga saling lempar maki-makian di media sosial antara penganut agama yang berbeda juga golongan yang memperlihatkan sikap kita yang bisa menerima adanya perbedaan dilingkungan sekitar.

Dengan itu, penulis mencoba untuk memberikan sebuah cara bagaimana seharusnya kita bersikap sebagai orang muslim yang berangkat dari pemikiran Bapak Nurcholis Madjid dan Gus Abdurrahman Wahid. Dari Cak Nur saya belajar mengenai cara bersosial yang menurut penulis itu sangat baik dan aktual dengan saat ini, bahwasanya didalam kehidupan ini kita memiliki hubungan Teorentrisme yaitu bagaimana kita berhubungan Allah sebagai tuhan yang diyakini serta hubungan Antropolosentrisme bagaimana kita berhubungan dengan manusia. Saat kita berada dihadapan tuhan, menjadi barang yang final bahwa keyakinan kita Islam sebagai ajaran yang benar yang mewajibkan untuk mengimani Allah, adapun disaat ini bersama manusia kita harus mencari sebuah kebenaran yang sama bagaimana menciptakan sebuah tatatan kehidupan yang baik, harmoni, tanpa da rasa benci satu sama lain.


Dengan demikian, ketika tidaklah perlu lagi ada aksi semacam pembakaran rumah ibadah ataukah pembubaran atas ritual-ritual keagamaan yang memiliki perbedaan dengan apa yang kita yakini. Karena disaat kita melakukan kekerasaan disaat itu pula kita sudah keluar dari nilai luhur agama kita Islam Rahmatan Lil-alamin yang didasari oleh sikap kasih dan sayang. Demikian yang penulis dapatkan dari Gus Abdurrahman Wahid.

Rabu, 13 April 2016

Membaca, Baca Problematika dan Peluang

Diawal abad  20, tepatnya pasca perang dunia ke 2. Amerika Serikat tumbuh menjadi negara adikuasa, kekuatan militer yang tangguh dengan persenjataan yang unggul akan kualitas dan kuantitas menjadikan Amerika Serikat menjadi negara yang disegani pada saat itu. Perlu diketahui terlebih dahulu bagaimana segannya negara-negara lain akan Amerika,secara kuantitas penerimaan devisa negara Amerika Serikat terbesar berasal dari kegiatan ekspor disektor persenjataan yang kemudian disusul oleh sektor perfilman  , kemudian secara kualitas Pentagon yang merupakan departemen pertahanan Amerika menjadi institusi pemegang hak cipta terbanyak di dunia dimana sebagian besar penemuannya di bidang persenjataan. Dan salah satu karyanya yang dapat kita rasakan saat ini yaitu Internet.

Berawal dari penembakan dua kapal pesiar Amerika di tembaki oleh kapal-kapal patroli Vietnam Utara di Teluk Tonkin pada tanggal 2 Agustus 1964, menyulut kegeraman Presiden Kennedy untuk menyerang Vietnam. Sekitar 2,7 Juta pasukan dikirim ke Vietnam untuk menguasai daerah tersebut. akan tetapi dengan pasukan yang banyak dan kuat serta disukung oleh kekutan persenjataan yang unggul, pada akhir kisah ditaklukkan oleh pasukan gerilyawan Vietcong.

Kemudian menjadi pertanyaan besar. Bagaimana bisa sebuah negara baru di Asia bagian tenggara sana mbisa mengalahkan Amerika yang memiliki kekuatan militer yang tangguh? Kira-kira apa yah? Untuk menjawabnya mari kita bantu pak Tarno untuk menemukan jawab tersebut. Sim-Salabim jadi apa prok-prok......!!!!!

“Gara-Gara Indonesia” buku karya Agung Pribadi menjawab bahwasanya, Dengan membaca sebuah buku karangan Jendral A.H. Nasution yang berjudul “Pokok-Pokok Perang Gerilya” . pemimpin gerilyawan Vietcong menganalisa problematika kondisi alam dan masyarakat Vietnam yang memiliki kesamaan dengan Indonesia kemudian diterwanglah sebuah peluang dengan menetapkan strategi yang tepat berdasarkan buku karya Jendral Besar Bintang Lima itu, dan terbukti ampuh mengusir penjajah dari tanah Vietnam.

Sebuah kisah inspiratif sarat makna bagi kita anak muda modern saat ini. dari kisah tersebut kita mengajarkan kita artinya kenyamanan kesempurnaan cinta maksud  penulis mengajarkan kita akan urgensi dari membaca buku.

Seringkali kita dengarkan sehingga tidak asing lagi bagi kita dengan kalimat “Buku adalah Jendela Dunia” , yapss kalimat itu bukan hanya sebuah kalimat pajangan yang hanya mewarnai cat putih tembok sekolah. Akan tetapi sebuah kalimat yang dapat dibuktikan dengan kisah heroik pasukan gerilyawan Vietcong. “ membacalah maka dunia akan membacanmu” dengan membaca karangan A.H. Nasution, para gerilyawan Vietcong dibaca pleh masyarakat dunia sebagai pahlawan kemerdekaan Vietnam..


Demikianlah, faedah membaca yang dapat diketahui. Sehingga dengan hikmah yang tersarikan mengajak anda-anda dan saya untuk membiasakan atau membudayakan membaca buku untuk dapat mengidentifikasi problem serta menemukan sebuah peluang.Berbicara mengenai budaya membaca buku di Indonesia sungguh memiriskan. Menurut data yang dikeluarkan oleh UNESCO presentase minat baca Indonesia sebesar 0.001% ini artinya dari 1000 orang hanya 1 orang yang memiliki minat baca. Budaya membaca buku warga Indonesia lebih rendah dibanding dengan wilayah Asia atau Eropa terutama Amerika. Perbandingannya jika di Amerika Serikat satu penduduk bisa sampai 20 hingga 30 judul buku yang dibaca. Di Jepang antara 10 hingga 15 buku yang dibaca, di Asia 1 hingga 3 buku. Sementara di Indonesia 0 sampai 1 buku setiap tahunnya yang dibaca. (Source : https://kitabisa.com/angkringanpustaka?ref=a189&utm_source=direct&utm_medium=usershare&utm_campaign=userreff )


Dilain sisi menuju Indonesia Emas 2045 seperti yang banyak dislogankan saat ini, Indonesia memiliki permasalahan-permasalahan yang sangat kompleks yang harus dapat kita temukan solusinya. Permasalah  dibeberapa aspek seperti pendidikan, ekonomi, sosial, politik dan energi  menjadi buntelan kotor yang harus segera dibersihkan serta dirapikan hingga Indonesia 2045 yang humanis dan yang idealkan dapat tercapai. Secara mutlak, disyaratkanlah untuk menjawab permasalahan dimultiaspek tersebut adalah dengan munculnya sekelompok anak bangsa yang  berpikiran bebas, berbudi tinggi dan berpengatahuan luas. Yang kesemuanya itu didasari oleh Budaya Membaca.

Semoga dengan tulisan ini yang agak berantakan ini bisa memunculkan budaya membaca bagi kita semua. Sehingga dengan iu permasalahan yang hadapi bangsa ini dapat didapatkan solusinya. BUKU TEBAL AJA ABANG BISA PAHAMI, APALAGI MEMAHAMI HATI ADEK. (EAAAAAKKKK)kalimat penutup kita yang penulis ambil  disply picture di timelime BBM.
 

Selasa, 12 Mei 2015

Mengungkap Kekayaan Intelektual Muslim yang di Klaim Barat




Dewasa ini, masyarakat dunia menganggap bahwa  Islam merupakan kelas kedua dari setelah barat. Hal ini disebabkan karena Barat dengan moderinitasnya sangat maju akan teknologi dan sainsnya dibandingkan dengan Islam yang kemudian dianggap sebagai kaum yang anti dengan inovasi dan hanya menimati kreativitas-kreativitas dari Barat.

Anggapan seperti ini tidak hanya bagi orang-orang Barat saja tetapi sebagian dari umat muslim pun mengakui bahwa selama ini Islam adalah kelas kedua atau kelas terbawah dari golongan barat. Sebagian dari kita beranggap hal ini bisa diterima karena didalam bangku sekolahan kita hanya selalu mendengar beberapa ilmuwan-ilmuwan Sains mayoritas berasal dari bangsa barat. Sebut saja seperti Albert Einstein yang terkenal dengan manusia cerdas perumus teori relavitas, Nicolaus Copernicus seorang yang memperkenal teori bahwa bumi ini bulat bukan datar seperti banyak yang pahami masyarakat dunia pada saat itu, Sir Isaac Newton yang didalam mata pelajaran Fisika dikenal sebagai penemu gaya gravitasi.dll.

Adapun para Ilmuwan muslim sangat jarang kita ketahui, sehingga masyaralat dunia memiliki stereotip terhadap Islam sebagai kaum yang miskin akan inovasi dan hanya penikmat sejati atas inovasi dan  kreativitas bangsa barat selama ini. Dalam artian bahwa sejak lahirnya islam pada masa Rasulullah SAW hingga saat ini tidak pernah mewariskan peninggalan terhadap sains dan teknologi. Kecuali hanya ajaran-ajaran agama yang bersifat kerohanian.

Tetapi jika kita kembali mengkaji sejarah atas apa yang disangkakan kaum barat kepada umat Islam. Maka anggapan tersebut hanyalah kebohongan yang diatur secara sistematis untuk menghilangkan jejak Islam atas perkembangan sains dan teknologi dimuka bumi ini.

Sejarah secara objektif mengungkap bahwa Pradaban Barat tidak akan maju seperti saat ini tanpa campur tangan muslim. Oleh karena itu, melihat fenomena ini penulis melalui artikel ini akan membagi pengetahuan tentang rekayasa sejarah peradaban sains Islam yang diselewengkan oleh Barat

Kebangkitan dan Kejayaan Islam
Bermula munculnya dominasi kekuatan agama menguasai  Eropa membawa dimensi kehidupan baru menuju masa kegelapan di Barat, tepatnya pada 4 September 476 saat dijatuhkannya Romolus Agustus oleh Odoacer sebagai kaisar Romawi Barat. Kegelapan yang terjadi di Eropa atau yang dikenal sebagai  Dark Ages (abad kegelapan) mempengaruhi kemunduran segala aspek kehidupan di Eropa, hal ini disebabkan oleh ketatnya pengawasan pendeta-pendeta gereja atas pemikiran masyarakat. Akibatnya selama 6 Abad lamanya para Ilmuwan yang dimiliki Bangsa Barat sama sekali tidak menghasilkan karya.

Disaat Eropa berada pada abad kegelapan, tidak lama berselang dunia Islam justru mengalami masa kejayaan yang ditandai dengan munculnya beberapa Ilmuwan muslim saat itu. Sebut saja Al-Kindi yang mencetuskan teori relavitas, Jabar ibn Hayyan seorang ilmuwan kimia yang pertama kali mengenalkan tentang Bioetanol yang saat ini dibeberapa negara dibelahan dunia digunakan sebagai campuran penghemat bahan bakan minyak untuk kendaraan, Al-Khawarizmi ilmuwan matematika yang memberikan solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat yang dimuat dalam kitab al-mukhtaṣar fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala atau yang dikenal Kitab yang Merangkum Perhitungan Pelengkapan dan Penyeimbangan, dan juga tak kalah hebatnya yaitu Ibnu Sina yang dikenal Avicenna dibarat karena kontribusinya dalam dunia kedokteran hingga diberi julukan sebagai Bapak pengobatan modern.

Didalam buku “Menguak Fakta Sejarah Penemuan Sains dan Teknologi Islam yang diklaim Barat” karya Abdul Waid disebutkan beberapa faktor kemajuan Islam yang menghasilkan Ilmuwan hebat diantaranya; Pertama,Penggalian Ilmuwan Muslim terhadap Al-Qur’an, Pada 650-1000 M saat kebangkitan Islam Ilmuwan muslim banyak menggali Al-Quran sebagai petunjuk dalam bidang sains. Kedua, Pemerintahan yang moderat, yaitu adanya kebebasan dan keadilan sebagai faktor stabilitas pemerintahan yang  kuat atau didalam pengangkatan perangkat kerja tidak memandang unsur kesamaan golongan,serta kepentingan akan tetapi menganut prinsip “The right man for the right place” Sehingga ilmuwan memiliki kebebasan dalam berkarya,berekspresi serta bereksperimen. Ketiga,Kejayaan ekonomi, munculnya ilmuwan hebat tidak terlepas dari peranan pemimpin dalam menjadikan kekuatan stabilitas ekonomi dalam memajukan ilmu pengetahuan dan pembangunan. Keempat, Budaya Menerjemah dikalangan Ilmuwan muslim, disini secara tersirat tentang esensi penguasaan bahasa dalam upaya menguasai ilmu pengetahuan. Dan yang Kelima, adalah maraknya pembangunan perpustakaan.

Tetapi kejayaan intelektual yang Islam miliki seiring waktu juga seakan memudar setelah dibeberapa tempat seperti Baghdad,Mesir,Mongol dan Andalusia  mengalami kemunduran dimana dari keempat tempat tersebut adalah pusat keilmuwan saat kejayaan Islam dan juga tempat para ilmuwan hebat melakukan berbagai eksperimentasi.


Proses Klaim Barat
Disaat Islam mengalami kemunduran, Barat dengan pengalaman dan keilmuwan yang didapat   dari interaksinya disaat muslim jaya mulai melancarkan aksinya dalam pengklaiman hak-hak intelektual muslim dengan berbagai cara salah satunya adalah dengan menduplikasi keilmuwan muslim tanpa mencantumkan asal pemikiran tetapi mengganti dengan nama-nama Ilmuwan eropa yang hanya sebagai penciplak atas pemikiran-pemikiran ilmuwan muslim. Seperti yang dilakukan oleh Robert Bacon seorang pendeta yang lama belajar di salah satu Universitas Islam di Andalusia mendalami bahasa Arab sebagai bahasa keilmuwan saat itu sehingga dengan menguasai Bacon dapat menguasai keilmuwan lainnya. Salah satu yang dikenal dari Robert Bacon adalah sebagai pencetus teori mikroskop, julukan tersebut diberikan setelah Bacon menerjemahkan kitab Al-Manadzir karangan Ali al-Hasan Ibnu Haitsam , didalam karagan itu Bacon mencatatkan dirinya sebagai pioner teori mikroskop dan menghapuskan Ali al-Hasan Ibnu Haitsam sebagai pencetusnya. Lain lagi yang dilakukan oleh Simon Stevin yang memanfaatkan interaksinya dengan Islam saat terjadi perang salib untuk mengklaim dirinya sebagai ilmuwan pertama yang yang menggunakan dan menggunakan sistem desimal, padahal jauh sebelum klaim Simon atas karya palsunya Ilmuwan muslim Al-Kashi telah terlebih dahulu mencetuskan  aplikasi sitematis sistem desimal.

Karya Fenomenal yang diklaim Barat
Salah satu karya ilmuwan muslim yang diklaim dan sampai saat ini masyarakat dunia bahkan generasi muslim belum mengetahui kebenarannya dalah tentang teori gaya gravitasi bumi. Di bangku sekolahan ketika kita belajar tentang gaya gravitasi maka yang dikenal sebagai ilmuwannya adalah Isaac Newton . dengan buku karangannya Philisophie Naturalus Principa Mathematica telah menyakinkan masyarakat dunia bahwa Newton penemu gaya gravitasi bumi, sehingga karangan Newton tersebut diklaim sebagai buku fisika yang paling berpengaruh yang kemudian mengokohkan citra Barat sebagai bangsa yang produktif dalam sumbangsi ilmu pengetahuan.
Konsep gravitasi bumi yang diungkapkan oleh Newton bermula dari pengamatannya terhadap buah apel yang jatuh ketanah dan pengamatan terhadap gunung, didalam dugaannya Newton berpikir bahwa gravitasi terdapat dipucuk pohon apel dan gunung sehingga ia mengambil kesimpulan bahwa gerak jatuh benda dan gerakan planet hanya dipengaruhi oleh satu faktor saja. Atas dasar teori ini kemudian ia mempublikasikan pengamatannya dan hasilmay oleh para pengamat dianggap tidak rasional.

Dilain sisi 500 tahun tahun sebelum Newton mempublikasikan penemuannya, Al-Biruni ilmuwan muslim telah merumuskan teori gravitasi bumi sekaligus memperkenalkan beat jenis dalam perhitungan untuk menghasilkan hitungan yang akurat,Sehingga konsep ini yang sangat relevan dengan keyakinan para Ilmuwan bahwa seluruh benda ditarik oleh gaya Gravitasi.

Tetapi kitab Mizanul Hikmah karya Ilmuwan Muslim Al-Biruni yang berisi pandangan tentang gravitasi lenyap entah kemana yang kemungkinan sengaja dilakukan Barat unuk menghilangkan fakta sejarah dan memperkokoh citra Isaac Newton sebagai penemu teori gravitasi bumi menggantikan nama Al-Biruni sebagai penemunya
.
Hikmah

Dari beberapa pemaparan diatas, mulai saat ini kita seharusnya bertekad unuk menjadi duta Islam yang menyampaikan kebenaran atas anggapan masyarat luas terkait posisi Islam sebagai kelas kedua dari barat. Dan tak kalah pentingnya adalah tugas generasi muslim saat ini untuk memecahkan keheningan akan karya-karya Sains dan Teknologi serta kembali menjadikan Islam sebagai kiblat ilmu pengetahuan sebagaimana yang telah dicapai para ilmuwan terdahulu, tentunya untuk mencapai mimpi tersebut kita harus menyatukan langkah untuk mengajak semua elemen umat muslim baik yang itu mereka yang saat ini memegang kekuasaan di pemerintahan untuk mengedepankan prinsip moderat serta membangun fasilitas perpustakaan, juga para ulama untuk memberikan bimbingannya dalam mengkaji Al-Quran dan kita sebagai pelajar harus memiliki semangat yang top untuk menjadi penggerak kemajuan Islam dan menjadikan islam rahmatan lil-alamin. 

Sabtu, 14 Februari 2015

Menguak Pencetus Utama Teori Bumi Bundar

    Dewasa ini ketika kita ditanya tentang bentuk dari planet Bumi tempat hidup kita, mungkin semua dari kita akan sepakat dengan satu jawab yaitu "BUNDAR". Tetapi jika ini di pertanyakan pada abad pertengahan (Middle Ages) 5-16 M maka  mereka menjawab"DATAR" adalah jawaban yang sangat berbeda dengan jawaban kita saat ini.

    De Revolutionibus Orbium Coelestium buku yang ditulis oleh Nicolaus Copenius pada abad 16 M yang melawan arus kekuasaan gereja yang dominan , kemudian menjelaskan pendapat dan teorinya mengenai bumi itu bundar dan dari teori ini pula masyarakat dunia hingga saat ini mempercayai bahwa penemu teori bundar adalah ilmuwan Barat yang bernama Nicolaus Copernicus . Tetapi hal itu dibantah oleh Edwars Stewart Kennedy (1912-2009) seorang peneliti dari American University of Beirut yang berpendapat bahwa Nicolaus Copernicus hanya meniru dan mengembangkan teori dari para Astronom muslim.

    Melihat bantahan Edwars terhadap pemahaman yang selama ini dipahami oleh sebagian besar masyarakat dunia bisa saja membuat kaget sebagian dari kita yang telah meyakini pemahaman tersebut, tetapi ketika kembali melihat sejarah, dengan sangat jelas kita bisa mendapatkan beberapa alasan yang memperkuat dari bantahan Edwars. Pertama, pada tahun 830 dalam kitab Muqaddimah yang ditulis oleh Ibnu Khaldun salah satu ilmuwan hebat di era kepemimpinan Khalifah Al-Ma'mun mengungkapkan bahwa bumi itu seperti bola, fakta ini dibuktikan dengan munculnya globe pertama didunia yang diciptakan oleh Al-Khawarizmi pada tahun 830 M dan juga munculnya konsep ukuran volume bumi yang juga merupakan hasil rancangan ilmuwan muslim pada era kepemimpinan Al-Ma'mun. Kedua, sekitar 400 tahun jauh sebelum kelahiran Nicolaus Copenius ilmuwan muslim telah melakukan penelitian tentang ukuran jari-jari bumi dan dinyatakn mencapai 6339,6 km, dari fakta yang kedua ini memperjelaskan kembali bahwa Ilmuwan Muslim telah haqqul yaqin bahwa bumi itu bundar karena didalam ilmu matematika ketika membahas jari-jari maka hubungannya hanya dengan lingkaran yang berbentuk bundar.

    Dengan demikian bisa dikita ambil kesimpulan bahwa pencetus utama teori bumi bundar adalah para Ilmuwan Muslim pada abad 9 ketika Islam berada dalam zaman keemasan.


Daftar Pustaka :

Wais,Abdul. 2014. Menguak Fakta Sejarah Penemuan Sains & Teknologi Islam yang Diklaim Barat. Yogyakarta: Laksana
http://id.wikipedia.org/wiki/Nicolaus_Copernicus
http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_Pertengahan
http://en.wikipedia.org/wiki/Edward_Stewart_Kennedy#Publications
http://mualaf-alhamdulillah.blogspot.com/2013/03/ternyata-penemu-teori-bumi-itu-bulat.html


 



 


Kamis, 13 November 2014

Potret Indonesia Maju dari Potensi Pemuda dan Kekayaan Alam



Oleh : Aad Alief Rasyidi Baking


“Seribu tua hanya bisa bermimpi tapi seorang pemuda dapat menguncangkan dunia”. Itulah kata Ir.Sukarno sebagai penyambung lidah masyarakat Indonesia, sejalan dengan kutipan tersebut kita sepakat jika pemuda adalah harapan dan tulangpunggung suatu bangsa.
Imam Syafi’i berkata  “Pemuda hari ini,pemimpin masa depan”, sebuah kutipan penuh makna yang menggambarkan prospek pemuda sebagai pemimpin masa depan.Namun yang mejadi pertanyaan ada apa dengan pemuda sehingga dikatakan sebagai masa depan? Karena Pemuda berada didalam fase emas kehidupan yaitu masa muda, dimana pada fase ini tubuh masih segar bugar dan kokoh,memiliki ide yang briliant dimana ide merupakan senjata mematikan dari seorang manusia,dan memiliki semangat yang menggelora. 
Dikehidupan kita banyak kisah sejarah yang menampilkan tokoh-tokoh muda yang cemerlang memimpin suatu kelompok dan memberikan pengaruh. Contohnya , Usamah Bin Zaid yang pada tahun 11 Hijriyah dan umur beilau kurang dari 20 tahun ia diutus oleh Rasulullah untuk menjadi pemimpin perang ke Romawi walaupun didalam pasukan perang tersebut ada beberapa sahabat senior seperti Abu Bakar Assiddiq,Umar Bin Khattab,dan Abu Ubaidah Bin Jarrah, Selain itu kita melihat Napoleon Bonaparte dalam usia yang ke 24 menjadi tokoh sentral dalam Revolusi Prancis,di Indonesia sendiri ada Jendral Sudirman yang memimpin arek-arek suroboyo dalam melawan penjajah pada usia 27 Tahun, dan yang terbaru seorang wanita muda berusia 17 dari Pakistan bernama Malala Yousafzai yang dianugerahi nobel perdamaian tahun ini atas jasanya memperjuangkan penindasan terhadap anak-anak dan kaum muda sertavhak semua anak atas pendidikan yang layak.

Umar bin Khattab berkata “ jika kalian ingin menggenggam nasib suatu bangsa, maka genggamlah pemudanya”. Perkataan Umar Bin Khattab ini telah terbukti sendiri dinegara kita Indonesia. Sebagaimana kita melihat  rentetan sejarah perjalan bangsa ini, tidak dapat dipungkiri jika pemuda adalah salah satu aktor utamanya. Dimulai dengan pembentukan organisasi kepemudaan oleh dr.Sutomo pada tanggal 20 Mei 1908 dan 20 tahun kemudian para pemuda dari seluruh perwakilan  daerah di Nusantara dimengucapkan ikrar berbangsa,bertanah air,dan berbahasa satu yang dikenal dengan “Sumpah Pemuda”. Tidak sampai disitu pemuda dalam hal ini Mahasiswa juga menjadi peran utama dalam tumbangnya rezim Orde Lama menuju Orde Baru begitu juga dengan Rezim Orde Baru ke Masa Reformasi
Dari beberapa kutipan tokoh diatas dapat disimpulkan bahwa pemuda adalah aset suatu bangsa yang menjadi motor penggerak bangsa kedepannya. Jadi, saya dan kita semua sebagai pelajar dan mahasiswa merupakan pemuda harapan Bangsa Indonesia maju mundurnya Bangsa ini tergantung pada kita.
Suatu kesyukuran bagi kita yang terlahir dan menjadi pemuda di Bumi Indonesia .Kita terlahir didalam bangsa yang besar dan beradab dengan sejuta kekayaan hayati dan nonhayati yang terkandung didalamnya. Hingga ssat ini Indonesia merupakan Negara dengan penghasil gas cair terbesar di Dunia, negara penghasil emas terbesar ke 5, penghasil nikel terbesar ke 8, penghasil timah peringkat 5 terbesar. Dibidang lainnya, Indonesia merupakan negara yang memiliki variasi terumbu karang terbanyak, hutan terbesar didunia, spesies ikan hiu terbesar didunia, jenis mamalia terbanyak,hutan bakau terbesar,dan peringkat pertama dalam produk pertanian. Tidak hanya sumber daya alamnya Indonesia juga memiliki potensi lainnya seperti menjadi negara kepulauan terbesar didunia dengan jumlah pulau 13.466,negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar ke empat didunia,negara maritim terluas didunia,negara dengan suku bangsa terbanyak didunia.Sehingga dengan kekayaan yang Indonesia miliki dibutuhkan pemimpin yang memiliki visi yang besar dan tepat,semangat yang besar pula untuk mengolah kekayaan bangsa untuk menjadi lebih maju. Dan pemimpin yang dimaksud adalah pemuda saat ini, tetapi bagaimana dengan  realita pemuda saat ini?

Pemuda saat ini berbeda 180 derajat denga pemuda masa lalu, dimana pemuda masa lalu memiliki jiwa yang besar dan semangat yang besar. Tetapi saat ini pemudanya memiliki pemikiran yang sempit,apatis,dan setia hari muncul dimedia dengan hal-haluyang negatif seperti kejahatan sexual,perampokan,tawuran,perjudian.dll. sehingga ketika kita melihat realitanya hati ini ini sangatlah miris.Ketika pemudanya sebagai calon pemimpin masa depan masih memiliki sifat yang negatif sebagai mana pemberitaan media saat ini maka negara ini akan masih jauh dari kata “Sejahtera”. Sehingga kita harus memikirkan solusi terbaik bagi merekaSebagai solusi dari permasalahan tersebut ada tiga hal penting yang harus dimiliki seorang pemuda sebagai pemimpin masa depan yaitu;
Pertama , Kecerdasaan Intelektual yaitu kemampuan intelektual analisis,logika,dan rasio seseorang atau juga sebagai kecerdasan otak untuk menerima,menyimpan, dan mengelola informasi menjadi fakta.Sebagai calon pemimpin yang akan mengelola bangsa ini dengan segala kekayaannya maka kecerdasan intelektual sangat diperlukan untuk menangkap gagasan-gagasan yang muncul dan mencari pemecahan masalah secara logis ,serta melahirkan ide-ide yang segar dan inovatif.
Kedua, Kecerdasan Emosional adalah kemampuan seorang mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain,kemampuan memotivasi diri serta kemampuan mengolah emosi dengan baik pada diri sendiri dan orang lain. Pemuda sebagai pemimpin masa depan juga perlu memiliki kecerdasan emosional  untuk mengendalikan dan memainkan emosinya didalam menghadapi orang lain dan kelompok-kelompok yang berhubungan. Dalam pola relasi hubungan juga diperlukan empati seorang pemimpin untuk melihat permasalahan bukan dari kacamata dirinya sendiri’
Ketiga, Kecerdasaan Spiritual,  kecerdasan ini adalah kemampuan untuk memahami dan memecahkan persoaan makna dan nilai, kecerdasan ini juga disebut sebagai nurani. Didalam kepemimpinan kecerdasan spiritual sangatlah diperlukan untuk menarik keputusan sesuai etika kejujuran dan kebenaran dan menyadari bahwa keputusan tersebut akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT.
Rasanya jika seorang pemuda  memiliki ketiga modal kecerdasan tersebut dan dapat menyinergikannya  maka Indonesia akan menjadi Negara yang sejahtera,adil,makmur dan sentosa sebagaimana yang dicita-citakan oleh para pejuang Bangsa ini. Olehnya itu sebagai pemuda yang menjadi calon pemimpin masa depan hendaknya menyiapkan diri dengan tiga konsep diatas. Sebagai penutup dari tulisan ini saya mengutip quote dari salah satu tokoh muda Indonesia yang dikenal dengan Penggagas aksi Indonesia Mengajar dan gerakan turun tangan yaitu Anies Baswedan,beliau pernah berkata “ Anak muda memang minim akan pengalaman,karena itu ia tidak menawarkan masa lalu,anak muda menawarkan masa depan .
Wassalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh...